Jumat, 26 Februari 2010

Jenis-Jenis Product Kredit BNI

Keseriusan Pemerintah Dalam Pembiayaan KPR

(Vibiznews-Property)-Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Suharso Monoarfa, menyatakan serius pihaknya melakukan reformasi pembiayaan untuk menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

"Adanya suku bunga KPR yang rendah diharapkan mampu membantu masyarakat untuk memiliki rumah yang diinginkan," katanya, usai meresmikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi prajurit Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) di Jakarta, Senin.


Selain itu, tambah Suharso, cicilan KPR per bulan juga semakin rendah. Dia mencontohkan, jika harga rumah sederhana saat ini sekitar Rp 55 juta, maka masyarakat harus mencicil Rp 420.000 per bulan. Jika subsidi selisih bunga dicabut, maka pada tahun kelima masyarakat harus membayar Rp 580.000 per bulan untuk KPR.

"Berarti ada peningkatan sekitar 40 persen dari cicilan KPR sebelumnya," tuturnya.

Karena itu, reformasi pembiayaan Kemenpera dilaksanakan dengan penyediaan fasilitas likuiditas perumahan, dimana pemerintah akan berupaya agar suku bunga yang dibayar oleh masyarakat tidak mengikuti bunga pasar.

Tak hanya itu, katanya, ketersediaan dana melalui fasilitas likuiditas dapat digunakan untuk kredit konstruksi sehingga bisa menekan biaya pembangunan rumah.

"Dengan fasilitas likuiditas, masyarakat dapat membayar KPR dengan suku bunga rendah dan tetap. Masyarakat bisa membayar KPR sekitar Rp 420.000 dalam kontrak selama 20 tahun, sedangan untuk KPR 15 tahun tentunya cicilannya lebih besar sedikit."

"Kami harap dengan fasilitas likuiditas masyarakat tidak khawatir cicilan KPR akan membengkak," ujar Suharso.

Menpera menambahkan, pelaksanaan fasilitas likuiditas akan dilakukan pada semester kedua 2010. Pasalnya, Kemenpera harus menunggu APBN perubahan serta melakukan pembahasan bersama DPR.

Kemenpera ke depan juga akan memberikan kewenangan kepada pihak bank penyalur subsidi perumahan untuk melakukan verifikasi konsumen. Para konsumen yang ingin mendapatkan subsidi rumah harus dapat menunjukkan NPWP dan SPT kepada pihak bank.

NPWP dan SPT itu nantinya dapat menunjukkan berapa penghasilan konsumen yang sebenarnya.

"Selama ini, bukti yang digunakan oleh konsumen untuk mendapatkan subsidi rumah hanya struk gaji. Ke depan kami ingin verifikasi dilakukan oleh bank dan konsumen harus bisa menunjukkan NPWP dan SPT," kata Suharso.

Tentang bank mana saja yang akan diajak kerja sama untuk reformasi pembiayaan KPR, Menpera menyatakan, "semua bank kita ajak untuk melakukan reformasi pembiayaan KPR."

Company propile

Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.

Bank Negara Indonesia mulai mengedarkan alat pembayaran resmi pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia, yakni ORI atau Oeang Republik Indonesia, pada malam menjelang tanggal 30 Oktober 1946, hanya beberapa bulan sejak pembentukannya. Hingga kini, tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Keuangan Nasional, sementara hari pendiriannya yang jatuh pada tanggal 5 Juli ditetapkan sebagai Hari Bank Nasional.

Menyusul penunjukan De Javsche Bank yang merupakan warisan dari Pemerintah Belanda sebagai Bank Sentral pada tahun 1949, Pemerintah membatasi peranan Bank Negara Indonesia sebagai bank sirkulasi atau bank sentral. Bank Negara Indonesia lalu ditetapkan sebagai bank pembangunan, dan kemudian diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa, dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri.

Sehubungan dengan penambahan modal pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Perubahan ini melandasi pelayanan yang lebih baik dan tuas bagi sektor usaha nasional.

Sejalan dengan keputusan penggunaan tahun pendirian sebagai bagian dari identitas perusahaan, nama Bank Negara Indonesia 1946 resmi digunakan mulai akhir tahun 1968. Perubahan ini menjadikan Bank Negara Indonesia lebih dikenal sebagai 'BNI 46'. Penggunaan nama panggilan yang lebih mudah diingat - 'Bank BNI' - ditetapkan bersamaan dengan perubahaan identitas perusahaan tahun 1988.

Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.

Kemampuan BNI untuk beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi dicerminkan melalui penyempurnaan identitas perusahaan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Hal ini juga menegaskan dedikasi dan komitmen BNI terhadap perbaikan kualitas kinerja secara terus-menerus.

Pada tahun 2004, identitas perusahaan yang diperbaharui mulai digunakan untuk menggambarkan prospek masa depan yang lebih baik, setelah keberhasilan mengarungi masa-masa yang sulit. Sebutan 'Bank BNI' dipersingkat menjadi 'BNI', sedangkan tahun pendirian - '46' - digunakan dalam logo perusahaan untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri, serta senantiasa menjadi kebanggaan negara.


KEUNTUNGAN KREDIT DENGAN KPR BNI GRIYA

Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan keputusan membeli rumah dengan KPR antara lain karena banyaknya keuntungan yang bisa diambil dari langkah ini. Keuntungan tersebut antara lain :
1. Kita tidak harus menyediakan dana tunai untuk membeli rumah. Kita hanya menyediakan uang muka rumah yang besarnya berkisar antara 10%-30% (tergantung dari ketentuan bank masing-masing) dan biaya kredit. Bayangkan jika harga rumah misalkan sebesar Rp 300 juta, sedangkan uang yang kita punya hanya sebesar Rp 125 juta. Pilihan logisnya adalah dengan menggunakan KPR. Apabila uang muka Anda tidak terlalu besar, carilah KPR yang mewajibkan uang muka kecil, misalnya 10%.


2. KPR dapat diangsur dengan jangka waktu yang panjang sampai 20 tahun (tergantung ketentuan bank masing-masing) sehingga angsurannya akan relatif terjangkau. Dengan adanya jangka waktu sepanjang ini tentunya kita bisa menyesuaikan besarnya angsuran dengan penghasilan kita. Biasanya bank akan menetapkan besarnya angsuran maksimal adalah 30 s/d 40% dari penghasilan bersih kita. Jadi apabila penghasilan kita kurang memenuhi syarat tersebut untuk jangka waktu menengah (10 tahun) maka kita bisa memilih untuk memperpanjang jangka waktu (misalnya 15 s/d 20 tahun).
3. Perbedaan nilai jual rumah saat ini dan di masa depan. Apabila kita ingin membeli rumah saat ini dengan KPR maka harga yang berlaku adalah harga saat ini. Tapi jika kita memutuskan untuk menabung terlebih dahulu maka harga rumah yang berlaku di masa depan akan semakin naik. Misalkan harga saat ini adalah Rp 300 juta, bisa-bisa harga tahun depan sudah naik menjadi 330 juta.
4. Kepastian hukum lebih terjamin karena segala sesuatu mengenai hukum utamanya menyangkut dokumen rumah telah diselidiki kebenarannya oleh bank melalui notaris.
5. Apabila uang yang kita miliki melebihi uang muka yang harus dibayar dan biaya kredit lainnya, maka kelebihan itu bisa digunakan untuk keperluan lainnya misalnya renovasi, membeli perabotan atau membeli kendaraan.
6. Dengan ekspektasi kenaikan penghasilan Anda tiap tahunnya, maka angsuran tiap bulan “nilainya” akan semakin kecil seiring berjalannya waktu. Nilai angsuran Rp 1 juta untuk 5 atau 7 tahun mendatang nilainya lebih kecil daripada nilai angsuran Rp 1 juta saat ini.
7. Harga rumah akan cenderung naik pesat, lebih besar dari bunga kredit. Berdasarkan pengalaman banyak orang yang mengambil KPR, segala beban yang mereka keluarkan dalam masa KPR itu nilainya lebih kecil dari harga jual rumah setelah jangka waktu KPR berakhir.

Selamat membeli rumah dengan KPR BNI..